Pelantikan Pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan

pdk-tebingtinggi - online (19/02/10) | Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan pejabat eselon II, III, IV, V dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi yang diambil sumpahnya oleh Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan, Kamis (19/2) di Gedung Hj. Syawiah Kota Tebing Tinggi, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Drs.H.Syahril Hafzein dan Wakil Ketua DPRD Ch Mukmin Tambunan, SE.

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Tebing Tinggi nomor : 821.23/139 Tahun 2010 tanggal 15 Pebruari 2010, pejabat eselon yang dilantik berjumlah 31 orang, ada beberapa pejabat dan Kepala Sekolah pada jajaran Dinas Pendidikan yang dilantik dan diambil sumpahnya, diantaranya Drs. Sariono menjabat sebagai Sekretaris, Drs. H. Hasanuddin sebagai Kabid. Sarana dan Prasarana, Darajat, S.Pd. M.Pd. Kabid. Kebijakan dan Pembiayaan Pendidikan, Drs. Joner Sitinjak sebagai Kabid. Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. Iwa Sulistio sebagai Pengawas TK/SD, Dating Pasaribu, S.Pd. sebagai Kasi Pembinaan SMP, SMA dan SMK, Sugiarto, S.Pd. sebagai Kasi Pembinaan TK, SD, Wardana Simare-mare sebagai Pj. Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Gundur Pulungan sebagai Kepala SMK Negeri 1, Zulkarnain, S.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 2, Suriadi, M.Pd. sebagai Kepala SMK Negeri 4, Parida Simbolon sebagai Kepala SD Negeri 163098, Salamah, BA sebagai Kepala SD Negeri 167027, Absah, S.Pd. sebagai Kepala SD Negeri 163092, Muhammad Fadly, S.Pd. sebagai Kepala Laboratorium Terpadu, Saiful Bahri, SE sebagai Pj. Kasubbag Tata Usaha pada Laboratorium Terpadu, Tri Jatun Suryono, SE sebagai Pj. KTU pada SMK Negeri 4, dan Suhardy sebagai KTU pada SMP Negeri 3 Kota Tebing Tinggi.


Dalam sambutannya Walikota Tebing Tinggi menyampaikan Ujian Nasional yang standar kelulusan setiap tahunnya naik, diharapkan jajaran Dinas Pendidikan memacu siswa-siswi untuk lebih giat belajar guna mensukseskan Ujian Nasional Tahun 2009/2010. Walikota juga menambahkan Pendidikan tidak cukup diajarkan dalam bentuk kurikulum, lebih dari itu, pendidikan harus dapat menanamkan nilai-nila kemuliaan. Internalisasi nilai-nilai itu dapat dibangun melalui budaya sekolah. Untuk membangun budaya sekolah dimulai dari kebiasaan yang kemudian membentuk tradisi, selanjutnya membentuk budaya yang pada akhirnya menjadi peradaban. Ditekankan, kebiasaan yang nantinya menjadi budaya sekolah itu, dapat berbentuk perilaku aktif maupun pasif, seperti ungkapan guru, pertemanan, maupun tata ruang sekolah dan kelas hingga letak kamar mandi. Bahkan, kebiasaan itu akan muncul menjadi budaya hingga berkembang sebagai peradaban, berproses melalui keteladanan.


 
Copyright 2007 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi - Sumatera Utara | Powered by Joomla!. | Modified design from design-joomla.pl